Rabu, 20 Juni 2012

NASKAH DRAMA (1) : BATU MENANGIS

kebetulan dulu aku punya tugas kelompok membuat naskah drama, nah ini dia naskah drama yang aku buat bersama teman kelompok aku :)
ya, aku sengaja ngepost naskah drama ini untuk membantu sahabat-sahabat yang lagi pusing nyari naskah drama...
buat yang mau copas silahkan :)
tapi,,, tinggalkan saran dan kritikannya ya!!! (harap hargai karya penulis)

Nama dan watak tokoh:
 ð   A. Tenri Abeng > sebagai Ibu Ati(protagonis)
 ð   Munawarah > sebagai Nur (protagonis)
 ð   Nurul Rafia.M > sebagai Leha/Bella(antagonis)
 ð   Olyvia Helman> sebagai Chatrin(antagonis)
 ð   Sasmita Arief> sebagai Anti (protagonis)
 ð   Tenri Ampareng > sebagai Laura (antagonis)

*Batu Menangis*
Di sebuah kota, hiduplah seorang janda bersama dengan ketiga anaknya. Janda tersebut bernama Ibu Ati. Anak pertamanya bernama Juleha yang memiliki watak keras kepala, jahat kepada saudara-saudaranya dan durhaka kepada ibunya. Sedangkan anak kedua dan ketiganya bernama Nur dan Anti, mereka memiliki watak yang jauh berbeda dengan watak kakaknya. Nur dan Anti merupakan anak yang baik dan selalu membantu ibunya.
Ibu Ati selalu sabar dan tabah dalam menjalani hidupnya. Walaupun suaminya telah meninggal dunia setahun yang lalu akibat serangan jantung.
Seperti biasanya, pada pagi hari tepatnya jam 04.45, Ibu Ati membangunkan anak pertamanya yang bernama Juleha untuk shalat.

Ibu: Leha………leha… bangun nak !!!! sekarang sudah subuh, ayo kita shalat. Leha, bangun nak !!!
Leha, Leha,Leha (sambil mengetuk-ngetuk pintu kamar anaknya)

Sudah 6 kali sang ibu membangunkan anaknya, tapi anaknya tidak bangun-bangun juga. Tiba-tiba anak kedua datang yang bernama Nur yang sudah memakai mukenah.

Nur: Ibu,ibu ngapain di sini??? (sambil memegang bahu ibunya)
Ibu: ibu sedang membangunkan kakak kamu
Nur: sudahlah bu’, ibu kaya’ baru tau ka’ Leha ajach… dia kan, nggak pernah shalat
Ibu: tapi… ibu ingin mengajak kakak kamu untuk shalat
Nur: kalau begitu, biar Nur ajach yang membangunkan ka’ Leha
Nur pun memanggil-manggil kakaknya dan mengetuk-ngetuk pintu kamar kakaknya tersebut.
Nur: kak Leha… bangun ka’, kita shalat subuh , ka’ Leha bangun ka’, bangun……
Leha pun terbangun akibat suara Nur yang cukup keras. Dan membuka mata kanannya.
Leha: aduh…… ngapain sich kalian teriak-teriak di depan kamar aku ??? berisik banget sich…( sambil menggaruk-garuk kepalanya dan menguap)
Ibu: ayo nak, kita shalat subuh…
Nur: iya ka’ Leha, ayo kita shalat!!!!
Tiba-tiba Leha bangun dari tempat tidurnya dan membuka pintu kamarnya. Setelah membuka pintu kamarnya, Leha langsung mendorong adik dan ibunya.
Ibu: astagfirullah al azim
Leha: ih… ngapain kamu atur-atur aku, emangnya kamu siapa?
Nur: ka’ Leha sadar, ini ibu ka’,,, nggak apa-apa kalau aku yang kakak gituin, tapi ibu????
Leha: eh, diam kamu, namaku bukan Leha tapi Bella, “B-E-L-L-A” ( sambil mengangkat tangannya dan menggerakannya sesuai dengan nada yang di ucapkan)
Ibu: sejak kapan nama kamu berubah menjadi Bella?
Leha: sejak hari ini, kamu,kamu nggak boleh panggil aku Leha !!!
Nur:ya udah…??? terserah…… nama kakak siapa yang penting kakak harus shalat. Soalnya ibu udah dari tadi di depan pintu kamar kakak ( sambil berdiri dan menarik tangan kakaknya)
Leha: ih… jangan so’ ngatur-ngatur dech!!! Eh… lepas tangan kakak
Nur:ayo… kakak harus shalat!!!
Leha: kakak bilang lepas… tangan kakak sakit tau???
Karena Nur tidak mau melepaskan tangan kakaknya, akhirnya Leha pun mendorong adiknya (Nur)
Nur: kakak bener-bener jahat……
Ibu: sudah Nur, sudah ! lebih baik kita pergi shalat
        Tiba-tiba anak ketiga yang bernama Anti terbangun melihat ibu dan kakaknya dan dia langsung membantu ibu dan kakaknya untuk berdiri.
Anti: astagfirullah…… ibu…kakak… ibu sama kakak kenapa ???
Leha: ini lagi, sana!!! Cepat kalia pergi!!! Ingat! Jangan ganggu aku lagi, aku ngantuk! (sambil  menutup pintu kamarnya dengan cukup keras)
Anti: aduh… emangnya ini ada apa sich bu’ ??? ( sambil memegang tangan ibunya)
Ibu: nggak apa-apa ko’ nak, sudah… ayo kita shalat bersama-sama
Anti: anti mau berwudhu dulu ya bu???
Nur: saya dan ibu mau berwudhu kembali, yak an bu’ ?
Ibu: iya nak
Mereka berdiri lalu pergi mengambil air wudhudan segera shalat. Tak terasa waktu sudah menunjukkan pukul 06.00, saatnya Nur dan Anti ke sekolah. Tetapi sebelumnya, mereka mandi.
Pada saat Nur masuk ke kamar mandi, dia melihat sebuah baskom besar yang berisi air hangat.
Nur: wah… ada air hangat nich…!!! Air ini untuk siapa yach??? (sambil menyentuh air tersebut dan berfikir)
Nur: mendingan aku pakai aja air ini
Anti: kak cepat ya…!!! Soalnya saya juga mau mandi, nanti kita bisa terlambat ke sekolah, loh…???
Nur: Iya…Iya…iya…
Tak terasa Nur telah selesai mandi, lalu manuju ke kamar, dan giliran Anti untuk mandi.
Anti: asyik… akhirnya kakak selesai juga???
Nur: nah… sekarang giliran kamu.  Masuk sana!!!
Anti: baik kak…
        Tak terasa waktu telah menunjukkan pukul 07.00, Nur dan Anti berangkat ke sekolah. Tak lama setelah Nur dan Anti berangkat ke sekolah,  Leha pun bangun dan langsung ke kamar mandi. Kemudian dia mencari-cari air hangatnya, tetapi dia hanya melihat baskom yang kosong. Dan dia memanggil-manggil ibunya.
Leha: aduh…… air hangatnya mana sich??? Bu…bu…bu…(teriaknya dengan keras)
         Tidak lama kemudian, ibunya datang dan menghampiri Leha
Ibu: ada apa nak ? (dengan membungkukkan badannya)
Leha: air hangatnya mana???
Ibu: tadi ibu sudah menyiapkannya, lalu ibu simpan di baskom itu…(sambil menunjuk baskom tersebut)
Leha: mana??? Liat ajach kalau ada! Sana!!! (sambil mendorong ibunya)
Ibu: aduh, sakit nak !!! (sambil memegang kakinya)
         Sang ibu heran, karena dia hanya melihat baskom yang kosong
Ibu: astagfirullah…… kenapa baskomnya kosong??? Tadi ibu sudah menyiapkannya dan menyimpannya di baskom ini nak…
Leha: alah…… alasan ajach kamu,,,, pasti ibu maleskan menyiapkan air hangat untuk aku
Ibu: nggak ko’ nak… nggak…
Leha: alah… alasan (sambil menarik rambut ibunya)
Ibu: astagfirullah… leha…( sambil berlinangan air mata)
Leha: eh…… kan aku udah bilang, jangan panggil aku Leha, nama aku tuch…. Bukan Leha, tapi namaku “BELLA”. Ibu ajach tuh yang beri aku nama yang kampungan (sambil menarik rambut ibunya semakin keras)
         Sang ibu hanya diam sambil berlinangan air mata
Leha: alah… jangan nangis , itu hanya air mata buaya kan…??? Dasar cengeng (sambil menjitak kepala ibunya)
Ibu: jangan nak, kepala ibu sakit… (dengan memegang kepalanya dan terus-menerus menangis)
Leha: udah… sana pergi!!! Aku mau mandi. Terpaksa dech aku pakai air ini…(sambil menendang ibunya)
Sang ibu pun pergi ke dapur dan duduk sambil menangis dan meratapi sikap anaknya yang begitu durhaka
Ibu: ya… Allah, mengapa anakku jadi begini ??? apakah selama ini aku telah salah mengajarinya??? Aku memang orang tua yang tidak berguna… aku tak dapat mendidik anakku sendiri (sambil menangis)
       Tak terasa, Nur dan Anti pun sudah pulang sekolah
Nur & Anti: assalamu alaikum…… (dengan serentak)
Nur: de’ ibu mana ya ???
Anti: nggak tau kak , mungkin ibu ada di dapur sedang memasak… ayo kita masuk!!! (dengan memegang tangan kakaknya)
Setelah mereka masuk ke dalam dapur, mereka kaget melihat ibunya yang duduk sambil menangis
Anti: astagfirullah… ibu……
Nur: ibu…..
Anti: ibu, kenapa ??? ( sambil membantu ibunya untuk bangun)
Ibu: ibu nggak apa-apa na’. kalian sudah pulang ??? biasanya kan, kalian pulang jam 01.00
Anti: tadi di sekolah semua guru sedang mengadakan rapat, jadi dari kelas 1-3 disuruh pulang, betul,,,ibu nggak apa-apa ???
Nur: ibu jangan bohong dech… pasti ini perbuatan kak Leha lagi yach???
         Ibunya hanya terdiam dan mengangguk-anggukkan kepala
Nur: kurang ajar kak Leha… masa’ ibu sendiri diperlakuin kaya’ gini sich…..
Ibu: sudah nak ibu nggak apa-apa kok…
Nur:tunggu sebentar ya bu’ , Nur mau ke kamar ka’ Leha dulu (sambil memegang pundak ibunya). Anti, tolong kamu antarkan ibu ke kamarnya ya!!!
Anti: baik kak. Ayo bu’, kita ke kamar !!!
Ibu: tapi… untuk apa kamu ke kamar leha na’???
Nur: mau beri pelajaran sama kak Leha, soalnya ka’ Leha udah nyiksa ibu, aku nggak bisa terima bu’……
Ibu: nggak usah nak (sambil menahan anaknya yangsudah berdiri)
Nur: jangan halangin Nur bu’…!!!
Anti: iya bu’… jangan halangin ka’ Nur. Kak leha memang pantas diberi pelajaran. Lebih baik ibu ke kamar saja untuk istirahat… ayo, bu’ Anti antar ke kamar !!!
Ibu: baiklah na’….
Sementara itu, nur pergi ke kamar kakaknya(leha). Nur langsung mengetuk pintu kamar Leha dan memanggil-manggil nama Leha dengan keras
Nur: ka’ Leha…3X (teriaknya dengan amat keras)
Leha: ada apa sich??? (teriaknya dalam kamar)
Nur: kak Leha keluar dulu…!!!
Leha: ya… tunggu sebentar….
        Leha pun keluar dari kamarnya…
Leha: ada apa ???
Nur: ka’ Leha ngapain nyiksa Ibu seperti ini…???
Leha: eh… emang di salah sendiri… ko’ kamu sewot sich???....
Nur: ka’ Leha tuh… bener-bener kurang ajar
        Tiba-tiba tanpa disangka, Nur menampar kakaknya. Anti dan ibunya yang berada di dalam kamar ingin keluar karena mendengar keributan dari luar.
Anti: suara apa itu bu’…??? Sepertinya ka’ leha sama ka’ Nur sedang bertengkar
Ibu: ayo, kita keluar nak!!!
Anti: ayo bu’…!!!
Anti dan ibunya pun keluar dari kamar. Mereka sangat kaget ketika melihat nur dan Leha sedang bertengkar.
Leha: kamu udah kurang ajar yach…??? Berani-beraninya kamu nampar kakak…(leha pun membalas tamparan adiknya, ibu dan Anti pun kaget)
Ibu: astagfirullah al-azim. Sudah…sudah…
Anti: iya kakak, sudah!!!
Leha: sudah, jangan coba-coba ketuk-ketuk pintu kamar aku lagi !!! dan kamu jangan coba untuk ngatur-ngatur kakak (sambil menutup pintu kamarnya dengan amat keras)
Ibu: astagfirullah al-azim, ya Allah kenapa anakku jadi begini??? (sambil mengangkat kepalanya)
Anti: ya udah bu’, kak…. Ayo kita ke kamar…!!!
Tak terasa malam pun telah tiba dan matahari yang tadinya terang benderang , kini terganti dengan cahaya bulan.
Tiba-tiba teman Leha yang bernama Chatrin datang ke rumah Leha dengan menggunakan mobil dan memanggil-manggil Leha.
Chatrin: bella…(nama samara Leha di sekolahnya), bella………(teriaknya dengan keras)
Leha pun mendengar suara Chatrin dan ia pun keluar untuk membukakan pintu
Leha: hai Chatrin…??? ( sambil cipika-cipiki dengan Chatrin)
Chatrin: kamu udah siap ???
Leha: udah donk…… lihat nhe dandananku…!!!(sambil berputar)
Chatrin: kalau begitu, ayo kita pergi…!!!
Leha: eh… tunggu bentar, aku mau minta uang dulu, yach…???
Chatrin: O.K. cepetan yach !
Leha: siiiiiiiip…..
        Leha masuk ke dalam rumah dan memanggil-manggil ibunya
Leha: ibu…ibu…ibu…
Ibu: iya nak…
Leha: aku mau minta uang…!!! (sambil menjulurkan tangannya)
Ibu: ibu tidak punya uang nak,,,
Leha: alah… alasan, pasti ada dilemari ibu kan…???
Ibu: itu untuk biaya sekolah adik-adik kamu nak, dan untuk kebutuhan kita sehari-hari (sambil mencegah anaknya)
Leha: alah… sana!!!( dengan mendorong ibunya)
Tiba-tiba Leha masuk ke kamarnya ibunya dan membuka lemari ibunya
Leha: wah… uangnya banyak banget
Ibu: jangan nak…!!! Uang itu sudah ibu kumpulkan dari beberapa tahun yang lalu untuk sekolah adik-adikmu dan keperluan sehari-hari kita (sambil memegang tangan anaknya)
Leha: alah… uangnya kan bisa dikumpul-kumpulkan lagi… (sambil menyingkirkan tangan ibunya  dari tangannya)
Ibu: astagfirullah… jangan nak!!!
Leha: sana…!!!
Kemudian Leha keluar dengan membawa uang yang diambil dengan paksa tersebut
Chatrin: aduh… kamu lama banget sich…???
Leha: sorry!!! Ya udah… yuk kita pergi!!!...
        Mereka pun pergi ke club malam. Sesampainya di sana, mereka bertemu dengan sahabatnya yang bernama Laura.
Laura: hai… Bella??? Chatrin???
Chatrin & Bella: hai…..??? (sambil cipika-cipiki)
Laura: kalian ke mana ajach, udah lama nggak ke sini,,,
Bella: biasa…orang sibuk!!!
Laura: kalau begitu… lebih baik kita nikmatin malam ini bersama-sama. Kebetulan kita udah jarang kumpul-kumpul kaya’ gini…
Chatrin & Bella: O.K
Mereka pun menikmati malam itu dengan bersenang-senang dan berdisko dengan iringan music DJ. Tidak hanya itu, mereka bertiga juga merokok dan meminum bir hingga mereka mabuk dan tidak sadarkan diri.
Akhirnya mereka pun terbangun dan langsung bergegas untuk pulang. Chatrin mengantar  Bella pulang ka rumah. Sesampainya di rumah pada jam 02.00 malam,bella langsung mengetuk-ngetuk pintu tapi tidak ada yang membukakan pintu , karena semua orang yand di rumahnya masih tidur.
Leha: bu, Nur, Anti… bukain pintu donk…!!! Bu…bu…ibu…(teiaknya dengan keras sambil mengetuk-ngetuk pintu)
        Tiba-tiba ibunya terbangun dan membukakan pintu
Ibu: astagfirullah… Leha kamu kenapa nak ??? (dengan wajah yang cemas)
        Leha hanya tertawa dan langsung masuk ke rumah lalu ke kamarnya
Leha: ha…ha…ha… udah sana…!!! (sambil mendorong ibunya)
Ibu: astagfirullahal-azim… kamu benar-benar nggak apa-apa kan nak ??? ( dengan berusaha berdiri)
Leha: gue nggak apa-apa ko’… udah sana pergi!!! (dengan mendorong kembali ibunya)
Ibu:astagfirullah, ya udah nak…  kamu istirahat ya…!!!
Leha: ya udah, sana pergi!!! Gue mau tidur, dan jangan ganggu –ganggu gue yach…??? Dan jangan lupa besok pagi ibu harus sediain aku air hangat..!!!
Ibu: baik nak,,,
Leha: ya udah,,, mau ngapain lagi??? Sana pergi !!! (sambil mengangkat tangannya dan menguap)
        Tiba-tiba adiknya pun terbangun
Nur: aduh… bu’ emangnya ada apa ??? ko’ berisik banget sich?
Anti: iya nich bu’,,, ko’ berisik banget
Ibu: nggak apa-apa ko’ nak… lebih baik kita tidur lagi. Jangan lupa!!! Kan ini hari Minggu , jadi nanti kita akan pergi ke makam ayah kalian
Anti: jam berapa, bu’ ???
Ibu: sekitar jam 8 nak…
Anti: kalau begitu, kami pergi tidur dulu ya, bu??? Yuk, kak ,,, ayo kita pergi tidur !!! (sambil menarik tangan kakaknya)
Mereka pun tidur kembali. Karena mendengar seruan Adzan di mesjid mereka pun bangun dan shalat subuh. Waktu terus bergulir dan akhirnya waktu tepat pada jam 08.00 pagi. Ibu, Nur, dan Anti sudah siap untuk pergi ke makam.
Nur: bu’ , saya dan Anti sudah siap untuk ke makam ayah…
Ibu: tapi, ko’ kakak kamu Leha mana???
Anti: mungkin ka’ Leha masih tidur bu’,,,
Ibu: kalau begitu, kalian tunggu di sini yach,,,??? Ibu mau membangunkan kakak kalian.
Nur & Anti: baik bu’…
      Ibunya pun ke kamar Leha dan membangunkannya
Ibu: nak… bangun…!!! Nak…nak…nak… ayo bangun!!!
Leha: ada apa sih…
Ibu: nak… ini sudah mau jam 08.30
Leha: ha…??? Setengah Sembilan??? Inbox!!!! (sambil berteriak dan lari, lalu ke depan tv dan menyalakan tv untuk menonton acara inbox)
Ibunya pun tampak kebingungan melihat Leha yang berlari ke depan tv sambil berteriak
Ibu: kamu kenapa nak ???
Leha: sudah… diam!!!
Ibu: ibu cuma mau ajak kamu ke makam ayahmu,,,
Leha: ah… aku lagi malas soalnya aku mau nonton inbox, apalagi… bintang tamunya the Potters
Ibu: astagfirullah… nak kamu lebih mementingkan itu,,, daripada ke makam ayahmu sendiri…
Leha: eh… ngapain sih ngurusin orang yang sudah mati… itu sih derita loe bukan derita gue
Ibu: astagfirullah…kalau begitu ibu sama adik kamu pergi dulu ya, nak???
Leha: ih……………(dengan wajahnya yang sangat jutek)
Tidak lama setelah ibunya pergi, salahsatu teman Leha datang ke rumahnya
Chatrin: bella…3x
Leha: ya… tunggu sebentar!!!
        Lalu Leha membukakan pintu
Leha: hai… chatrin???
Chatrin: hai… Bella( lalu mereka cipika-cipiki dan Leha mempersilahkan Chatrin masuk)
Leha: ayo… masuk!!!
Chatrin: O.K
Leha: eh, kamu tau nggak the Potters lagi live di inbox…
Chatrin: oh… yang bener???
Leha: iya… sumpah demi suer dech… (sambil mengangkat kedua jarinya)
Chatrin: ya udah… ayo kita nonton!!!
Leha: yuk…!!!
             Lalu mereka berdua menonoton sambil bernyanyi
Leha: risky!!!!
Chatrin: ih… biasa aja kali,,,!!! Bonix….
Leha: tuh kan, kamu juga… sebel dech
Mereka sangat menikmati aksi panggung dari the Potters dan tak terasa acara inbox telah selesai. Pada waktu bersamaan, ibu Leha dan adiknya sudah pulang dari makam ayahnya
Ibu: assalamu alaikum………
        Tapi tak ada seorang pun yang menjawab salam. Ibu,Nur dan Anti pun langsung masuk ke dalam rumah dan ia bertemu dengan Chatrin.
Ibu: eh… ada nak Chatring
Chatrin: eh… ibu,,, namaku bukan Chatring tapi Chatrin. Pesanan makanan kale…
Ibu: maaf, nak… maklum ibu sudah tua
Chatrin: nggak apa-apa kok bu’…
Ibunya pun ke dapur untuk menyiapkan makanan.Tiba-tiba Chatrin mengajak Leha untuk prergi ke mal
Chatrin: Bella… kita ke mal, yuk!!!
Leha: aku mau minta uang dulu, yach…???
            Lalu, Leha pun ke dapur untuk meminta uang
Leha: bu’,,, money donk!!!
Ibu: maninya untuk apa???
Leha: mau tau ajach…
Ibu: tunggu sebentar nak, ibu ambil kan ya???
Leha: ya udah… cepetan sana!!!
Tidak lama kemudian ibu Leha datang membawa manic-manik dan Leha pun heran.
Ibu: ini nak…(sambil memberikan benda yang diminta oleh Leha)
Leha: ha… kok manic-manik??? Aku kan minta uang bukan manic-manik,,,
Ibu: oh…ternyata money itu uang???
Leha: iya… dasar goblok!!! (sambil mendorong ibunya hingga terbentur di pintu)
         Tiba-tiba anti dan nur kaget. (mereka sedang ada di kamar)
Nur: astaga… suara apa itu ???
Anti: aku juga nggak tau kak,,, coba kita lihat
Mereka lalu menuju ke sumber suara tadi. Anti pun melihat ibunya yang tergeletak di lantai dengan dahi yang berdarah
Anti: astagfirullah……… ibu !!!!
Nur: ibu kenapa???( sambil menghampiri ibunya)
Ibu: kakak kamu yang mendorong ibu , sehingga kepala ibu terbentur di pintu…
Leha: aku cuman dorong ibu pelan-pelan ko’!!! ibu ajach tuh yang lemah dan lembek, baru di dorong gitu ajach,,,langsung jatuh, sampe’ berdarah lagi…
Nur: kakak itu bener-bener nggak punya hati nurani…!!!
Anti: iya… kak Leha memang jahat
       Karena kelamaan menunggu, Chatrin pun memutuskan untuk pulang
Chatrin: Bella… aku mau pulang ajach deh,,, soalnya kamu lama banget sih… da….
Leha: sorry ya…!!! (dengan berteriak)
Leha: tuh kan,,, gara-gara kalian… aku nggak bisa ke mal sama temanku
Nur: dalam keadaan seperti ini kakak, sempat-sempatnya untuk mikirin ke mal
Ibu: nak… selama ini ibu sudah sangat sabar menghadapi tingkah lakumu yang sangat kasar kepada ibu… ibu pikir kamu akan merubah sikapmu dengan cara seperti ini, tapi… sampai sekarang kamu pun masih seperti itu. Hatimu memang sekeras batu!!!! Ya Allah…  berikanlah hukuman kepada anakku yang durhaka ini!!!!
Leha: ibu tau nggak,,, Leha jadi begini itu semua karena ibu… sejak kecil ibu selalu membela Nur dan Anti. Dan tidak pernah mengerti perasaan aku…..!!!
Tiba-tiba langit berubah menjadi gelap disertai dengan suara petir. Perlahan-lahan tubuh Leha pun berubah menjadi batu…
Leha: ibu… tolong aku !!! maafkan Leha, bu’!!!... leha janji akan mengubah sikap Leha menjadi anak yang lebih baik.
Ibu: maafkan ibu, nak…!!! (sambil menangis)

Tubuh Leha pun seutuhnya menjadi batu. Leha menjalani hidupnya dalam keadaan yang menyerupai batu, dan setiap hari batu Leha terus mengeluarkan air mata. Hingga kini… batu itu dikenal dengan batu menangis
Sungguh malang nasib leha. Ini akibat perbuataanya sendiri yang selalu durhaka kepada ibunya. Jadi sebagai anak yang baik, kita harus berbakti kepada orang tua dan selalu mendengarkan nasehatnya.

5 komentar: